Places to See

| 0 comments ]

“The most valuable of all capital is invested in human beings” (Theodore W Schultz)




Globalisasi sejak dulu menjadi momok yang sangat mempengaruhi jalannya proses pembangunan negara-negara di dunia baik negara berkembang maupun negara maju. Kemajuan informasi dan industri membuat kebutuhan manusia semakin terpenuhi dengan berbagai produk pertumbuhan pewujud daya saing serta kesejahteraan yang lebih tinggi.

Negara berkembang dan negara maju menghadapi tingkat landasan pertumbuhan yang berbeda. Kondisi sumber daya alam, manusia dan sistem budaya dan politik yang baik selalu menentukan setiap langkah kemajuan suatu negara. Namun, dalam kenyataannya pola pertumbuhan antara kedua jenis negara ini sangat berbeda. Kualitas sumber daya manusia dan sumber daya alam memainkan peranan penting bagi terwujudnya pertumbuhan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Kuznet (1971), seorang ekonom dalam teori ekonomi pembangunannya menemukan bahwa pola pembangunan dari negara maju dan negara berkembang dipengaruhi oleh proses yang sistemik yaitu transformasi struktural. Kuznets mengemukakan bahwa pola yang terjadi pada negara berkembang cenderung bersifat stagnan dan selalu berfokus pada agricultural output shares (barang pertanian) sedangkan negara maju sudah mencapai pola service output shares (jasa) seperti amerika, jepang, singapura, dan sebagainya. Indonesia termasuk salah satu negara berkembang yang sedang mencoba untuk melangkah menjadi industry output shares (barang industri

0 comments

Poskan Komentar