Places to See

| 0 comments ]

Oleh: Nurhadi
http://hadynur. multiply. com

Penulis lalu menulis? ah itu biasa. Dosen atau guru menerbitkan banyak buku pelajaran? ini juga sudah sering. Tapi bagaimana jika mahasiswa menulis? Hmm...ini baru luar biasa, apalagi jika si mahasiswa ternyata masih bau kencur, alias dalam tahun pertama perkualiahan.

Mari, kita coba amati budaya menulis mahasiswa kita.

Misalnya, dari 100 mahasiswa, kira-kira berapa yang suka menulis? Yach, ambil saja hanya 20-30 orang. Dari jumlah tersebut yang benar-benar serius dan hobis menulis? Mungkin akan turun lagi menjadi 5-10 orang. Dari jumlah itu kita peras lagi, berapa yang sudah menerbitkan tulisan? Menulis disini, sifat dan bentuknya luas, bisa menulis artikel ilmiah, artikel semi ilmiah, artikel populer, diktat, buku, atau jurnal.

Itu baru kalkulasi dalam satu perguruan tinggi saja. Bagaimana jika kita kalkukasi secara makro nasional? Anda bisa menghitungnya sendiri.

Apakah kita prihatin dengan kondisi seperti ini? Jawabannya: TENTU dan PASTI, karena menulis (disamping budaya membaca) merupakan RUH dari aktivitas di perguruan tinggi. Menulis, merupakan fondasi awal menjabarkan ilmu pengetahuan, menyebarluaskan hasil penelitian dan sarana membukukan ilmu dan teknologi.



Karena itu, Anda para mahasiswa sudah seharusnya memanfaatkan kesempatan sebagai MAHASISWA untuk belajar menulis yang baik dan menyebarkan ilmu Anda.

Percayalah, bahwa menulis itu mudah. Anda hanya memerlukan ketekunan dan kemauan untuk menulis. Bakat, itu soal nomer ke-12. Siapa saja bisa menulis, termasuk Anda.

Bagaimana caranya? banyak jalan yang bisa Anda tempuh, saya yakin setiap perguruan tinggi telah menyediakan saluran-saluran ini, antara lain:

- RAJIN MENGIKUTI LOMBA
Ini cara pertama. Ikutlah setiap ada lomba penulisan atau karya tulis ilmiah. Ketika saya kuliah di ITS Surabaya dulu, hampir setiap tahun tersedia berbagai macam lomba karya tulis ilmiah yang diselenggarakan oleh ITS (pihak kampus secara internal) dan juga DIKTI.

Jika perlu dan tidak "PE-DE", tidak ada salahnya bergabung dalam satu tim dengan teman. Jika beruntung dan rajin, InsyaAlloh, karya Anda akan terpilih menjadi yang terbaik dan berhak mewakili kampus ke jenjang yang lebih tinggi, misalnya tingkat Wilayah bahkan tingkat nasional.

Ingat bahwa menulis Karya Tulis Ilmiah merupakan salah satu prestasi paling berharga di perguruan tinggi, apalagi yang telah diakui secara nasional dan nasional. Di setiap pemilihan mahasiswa berprestasi, membuat karya tulis ilmiah merupakan salah syarat mutlak dan utama.

Anda juga bisa mengikuti lomba menulis yang diselenggarakan berbagai departement atau lembaga diluar kampus, bisa perusahaan atau lembaga non pemerintah. Sering-seringlah mencari informasi lewat internet atau media cetak.

- BERGABUNG DAN AKTIF DI UKM PERS dan PENERBITAN
Hampir setiap PT memiliki UKM alias Unit kegiatan mahasiswa dibidang pers dan penerbitan. Di ITS misalnya, ada UKM Pers dan Penerbitan Satu Kosong. Bergabunglah, InsyaAlloh banyak sekali manfaat yang didapat, minimal ilmu menulis secara umum bakal didapat.

UKM Pers yang "baik" biasanya memiliki program kerja yang jelas dan terencana, mereka juga menerbitkan majalah kampus rutin dan berkala. Jika dikelola dengan baik dan professional, Majalah kampus bisa digunakan sebagai sumber aset yang luar biasa, misalnya menarik iklan dan invenstor.

- MENULIS ARTIKEL DI MEDIA MASSA
Ya, menulis di media massa merupakan sarana belajar yang lain. Banyak sekali Redaktur media yang "welcome" dengan karya tulis mahasiswa. Tidak usah takut. Anda bisa memulai dari media lokal/daerah. Lebih bagus jika topik yang ditulis berhubungan langsung dengan ilmu atau fakultas yang sedang ditekuni. Selain mendapatkan keuntungan finansial, tulisan yang dimuat di media massa merupakan portofolio yang sangat berharga. Yakinklah, suatu saat pasti akan berguna.

Saya sendiri, ketika masih kuliah di ITS, menjadikan menulis di media massa sebagai aktivitas pokok, disamping belajar dikampus. Alhamdulillah, selama menjadi mahasiswa telah lebih dari 50 artikel yang saya tulis dan dimuat di beberapa media seperti Radar Surabaya, Surya, Kompas Jatim, Jawa Pos, Republika, Suara Karya dan lain-lain.

Sebenarnya, masih banyak lagi "channel-channel" untuk mengasah kemampuan menulis mahasiswa. Intinya, mulailah dari yang sederhana, seperti menulis diktat kuliah atau membuat artikel pendek.

saya yakin 100%, mahasiswa yang terbiasa menulis sejak dini tidak akan merasa kesulitan jika kelak mendapat tugas menyelesaikan karya ilmiah tugas akhir। Nah ! Menarik bukan.

0 comments

Poskan Komentar