Places to See

| 0 comments ]


oleh Britany Alasen Sembiring

Sebagai warga negara yang baik, kita harus sadar akan hak dan kewajiban kita. Bagaimana kita harus berpartisipasi dalam kemajuan negara kita tercinta ini. Sekarang ini, isu-isu terkini kian marak dibicarakan adalah Pemilihan umum. Beberapa orang yang cukup populer berniat menjadi orang penting peraih kekuasaan demi mencapai cita-cita.Cita-cita seperti apakah itu. Apakah cita-cita yang berkaitan dengan kepentingan sendiri ataukah kepentingan rakyat banyak. Untuk itulah masyarakat harus memiliki pengetahuan yang mendekati sempurna dalam memilih orang yang terbaik dari yang baik ataukah orang yang tidak terburuk dari yang buruk.

Mengevaluasi dan menganalisis lahir dari serangkaian teori yang telah dipraktekkan melalui pengalaman-pengalaman yang telah dilakukan. Prof. Dr Sofian Effendi mengatakan setidaknya ada dua masalah pokok yang akan dihadapi oleh seorang analis terhadap dua pilihan kebijakan yaitu konflik antara rasionalitas individual dan kelompok serta kriteria ganda karena banyaknya pilihan.
Tahun 2009 ini menghadapi banyak pilihan partai yang akan menjadi oposisi pada kancah kenegaraan masa mendatang Indonesia. Hal ini berkaitan dengan siapakah the next leader for Indonesia. Tentunya kita harus menentukan beberapa kriteria yang dapat mengaspirasikan kebutuhan dan kemajuan masyarakat dari partai pilihan kita. Metode evaluasi untuk memilih partai ini juga bisa menggunakan Aquivalent Alternatives Method (EAM). Metode ini membandingkan trade off antara beberapa kriteria yang diuji pada beberapa pilihan partai (alternative).

Pertanyaan pokok yang ingin dijawab oleh metode ini adalah: seberapa jauh trade-off pada kriteria pokok bila kriteria lainnya
disamakan?



Kriteria ini bisa jadi merupakan analisis apa yang akan didapatkan;
1.Benefit bagi masyarakat (apakah partai ini memberikan keuntungan bagi masyarakat seperti sekolah gratis, kesehatan gratis, perbaikan birokrasi)

2.Tingkat transparansi program dan keuangan atau bisa juga Indeks Persepsi Korupsi setiap partai.

3.Profesionalisme aparat dari partai tersebut, misalnya apakah sumber daya manusia partai tersebut memiliki keahlian dan pendidikan yang dapat berguna bagi kelancaran dan kemajuan program-programnya untuk masyarakat.

4.Pembelajaran dari partai, misalnya apakah setiap partai memiliki fasilitas atau program yang membuat masyarakat bisa lebih well informed terhadap situasi dan kondisi negara. Dan yang lebih penting lagi apakah partai yang kita pilih bisa menstimulus masyarakat untuk ikut serta aktif dalam pembangunan.

Namun begitu bisa saja kriteria-kriteria yang ada merupakan cost (biaya) yang timbul ketika kita salah memilih, misalnya korupsi yang dilakukan atau kebalikan dari kriteria yang telah disebutkan
Partai yang kita pilih adalah yang memiliki skor tertinggi dalam hal manfaat yang didapatkan atau skor terendah untuk biaya yang didapatkan apabila salah memilih (trade off).
Jika kita memilih dengan sistematis dan terstruktur dengan teori yang berlaku, maka kesalahan pilihan dapat diminimalkan...
Selamat Memilih..

0 comments

Poskan Komentar