Places to See

| 0 comments ]

Jalinan Sungai Martapura dan Sungai Barito melintasi daerah kabupaten terluas ketiga di propinsi Kalimantan Selatan yaitu Kabupaten Banjar. “Pesona Batu Permata Mendunia “ menjadi ciri khas kabupaten Banjar sebagai penghasil tambang intan yang bernilai ekonomi tinggi dan diminati semua orang di dunia.


Dengan curah hujan yang tergolong tinggi, toporafi daerah banyak terdapat rawa dan penyinaran sinar matahari membuat daerah ini dipenuhi hutan dan tanaman pertanian.Kelembaban udara yang cukup lembab ini memungkinkan terjadinya iklim yang cocok untuk mengolah tanaman perkebunan teh, kopi dan cengkeh.


Selama kurun waktu terakhir, perkembangan perekonomian kabupaten ini semakin baik namun lambat karena belum maksimalnya penggunaan factor endowment seperti tenaga kerja, sumber daya alam, pertambangan dan dataran rendah serta lahan kehutanan. Tahap industrialisasi di kabupaten ini belum bergerak dan masih bergantung pada pertanian, perdagangan serta jasa-jasa.


Komoditas pertanian dan pertambangan Kabupaten Banjar yang banyak dikenal orang adalah jenis pertanian seperti padi jagung, ubi jalar, dan sebagainya. Kemudian sayur-sayuran, tanaman holtikultura serta buah-buahan membanjiri kabupaten Banjar dalam bentuk transaksi perdagangan dan ekspor impor ke luar propinsi maupun luar negeri. Kemudian hasil tambang yang berprospek cerah adalah intan. Telah banyak perusahaan swasta yang mengeksplorasi tambang intan ini untuk keperluan industri mereka.


Aktivitas ekonomi masyarakat kabupaten Banjar yang sebagian besar bertani serta pengembangan industri berbasis pertanian membuat Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten Banjar ini lebih banyak didukung oleh pertanian. Kemudian menyusul sektor pendukung yaitu perdagangan dan jasa-jasa. Perkembangan pertumbuhan setiap sektor ekonomi pada PDRB kabupaten Banjar ini dapat dilihat dari tabel dibawah ini;

Struktur Ekonomi Kabupaten Banjar Tahun 2002 - 2004 (%)

No.

Sektor

2002

2003

2004

1

Pertanian

36,44

34,93

33,87

2

Pertambangan dan Penggalian

7,29

6,84

6,69

3

Industri Pengolahan

7,00

6,85

6,89

4

Listrik & Air Bersih

1,90

1,92

2,00

5

Bangunan

6,12

6,13

6,09

6

Perdagangan, Rest dan Hotel

20,19

19,73

19,62

7

Pengangkutan dan Komunikasi

5,78

5,73

5,62

8

Keu, Persewaan & Jasa Perush

3,13

3,79

4,18

9

Jasa-jasa

12,15

14,08

15,04

Total PDRB

100,00

100,00

100,00

Sumber : PDRB Kabupaten Banjar 2002 –2004


Di sisi lain pertumbuhan PDRB kabupaten Banjar ini menunjukkan tren yang stagnan. Pada tahun 2004 pertumbuhan ekonomi kabupaten Banjar masih tergolong kecil yaitu 4.16 persen walau ada kenaikan sebesar 0.23 persen dari tahun sebelumnya. Permasalahan kabupaten Banjar ini adalah dalam memanfaatkan potensi sumber daya ekonominya baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Peran pemerintah Kabupaten Banjar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah dalam membangun sarana dan prasarana yang mendukung usaha serta aktivitas ekonomi masyarakat Banjar sendiri.


Potensi dan peluang investasi kabupaten Banjar selain kepada pertanian terletak pada kegiatan usaha kerajianan masyarakat. Kegiatan seni sulam manic-masik kabupaten Banjar memiliki daya seni tinggi dan nilai jual yang tinggi terbukti dari penjualan yang cukup besar dari usaha manik-manik ini.


Sama halnya dengan kerajinan anyaman rotan dan seni batik sasirangan. Kerajinan anyaman ini berbahan baku kayu alami dan bahan lukis batik yang langsung dari alam sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan berdaya saing tinggi di pasaran internasional. Produk dari usaha-usaha ini diperdagangkan pada tempat-tempat objek pariwisata dan pada acara-acara seperti festival bedug yang dilaksanakan pada waktu akhir bulan ramadhan.


Pemerintah kabupaten Banjar dapat memanfaatkan dan mengembangkan usaha-usaha kerajinan masyarakat ini sebagai salah satu cara meningkatkan pertumbuhan dan kemandirian ekonomi. Komitmen pemerintah untuk mewujudkan pembangunan di industri, pertanian dan usaha masyarakat ini harus terlaksana dengan penarikan investasi dari pihak luar propinsi dan luar negeri maupun domestik.


Britany Alasen Sembiring

0 comments

Poskan Komentar