Places to See

| 2 comments ]

Setiap manusia memiliki perhitungan sendiri untuk menjalankan kehidupan ini seperti layaknya permainan catur. Untuk itulah dilahirkan manusia dengan bermacam-macam peran. Ada yang menjadi seorang pemimpin, ada yang menjadi seorang pecundang bahkan ada yang netral yaitu hanya sebagai kaum menengah yang mencari batas aman dari segala situasi.

Bak air yang mengalir, bank bunga yang merekah, bak kepompong yang lahir menjadi kupu-kupu indah begitu pula manusia. Semua proses dilewatinya untuk sampai pada posisi perannya di dunia. Waktu terasa amat berharga karena waktu menjadi saksi pilihan hidup yang kita jalani.Menurut hukum kepuasan ekonomi yaitu (Utility), manusia menghadapi keterbatasan memenuhi kebutuhan atau keinginan hidupnya. Batas itu adalah kemampuan dan keadaan. Saat keadaan dan kemampuan itu masih lebih kecil daripada keinginan maka analogi dan pepatah yang tepat adalah bagai pungguk merindukan bulan. Namun begitu bulan dalam kenyataannya dapat dipijak oleh manusia seperti Neil Amstrong...itu berarti kitapun bisa mencapai keinginan dan cita-cita kita dalam bentuk utilitas ekonomi itu. Semua itu perlu waktu dan kepercayaan yang tinggi bahwa keadaan dan kemampuan tersebut akan makin mendekati sama bahkan lebih daripana keinginan. Dengan kata lain, keinginan manusia tersebut dapat tercapai.

Tidak semua manusia memiliki waktu dan kepercayaan yang kuat dalam mempertinggi keadaan dan kemampuan. Orang kaya dan pintar akan cepat menjadi orang sukses tetapi akan menjadi lambat ketika waktu yang digunakan hanya digunakan untuk bermalas-malasan. Nilai keadaan dan kemampuan orang kaya tersebut akan tetap stagnan selama sepuluh tahun. Sedangkan orang yang miskin, tidak terlalu pintar akan lambat menjadi orang sukses tetapi akan menjadi cepat jikalau waktu yang digunakan lebih produktif dan mengembangkan diri. Maka, nilai keadaan dan kemampuan orang miskin tersebut akan terus naik bahkan dapat melebihi orang kaya selama sepuluh tahun.
Grafik 1 orang kaya malas.
Grafik 2 orang miskin rajin

Mengapa sepuluh tahun??? Karena masa sepuluh tahun adalah masa metamorfsis manusia menjadi pribadi yang diinginkannya.Perlu diketahui pula, setiap kepuasan yang kita hadapi dalam hidup ini ada kepuasan orang lain yang menjadi batas kita tidak terlalu buas mencapai semua keinginan kita. Jika kepuasan orang lain tidak kita perhatikan misalnya orang-orang yang layak dibantu maka kita tidak akan mencapai kebahagiaan hakiki dalam kelimpahan harta kekayaaan yang tidak akan pernah habis dicapai. Dengan kata lain kita diperbudak oleh dunia.

Oleh karena itu hargailah waktu yang ada di depan mata. Saat menulis blog ini aku tersadar bahwa setiap detik, setiap menit, setiap jam, bahkan setiap hari aku harus menjadi lebih baik dan membaginya dengan orang lain. Kita harus bisa mengontrol kehidupan kita agar bisa mencapai keinginan atau cita-cita yang kita inginkan bukan dikontrol oleh kehidupan dimana kita dapat dimabuk kekuasaan ataupun tenang dengan ketenangan yang tidak menghasilkan perubahan dalam kehidupan dirinya. Orang yang tenang dengan tiada perubahan dalam dirinya hanya berfikir hidup di dunia ini hanya lahir, sekolah, kerja, menikah, punya anak, tua lalu meninggal. Hidup kita lebih dari itu, bermanfaatah bagi orang lain itulah bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan akan hidup.

2 comments

Diah mengatakan... @ 23 November 2008 18.50

jadi inget pas mikro, bahasan grafik cara belajar orang pinter dan orang bodoh........trus orang pinter yang malas dan orang bodoh yang rajin...>.<

david santos mengatakan... @ 27 November 2008 07.45

Aku suka pekerjaan mu Terima Kasih.

Poskan Komentar