Places to See

| 0 comments ]


‘Quality Control’ Ekonomi dan Penduduk Balikpapan

Oleh Britany Alasen Sembiring


Julukan kota minyak Balikpapan yaitu Banua Patra membuat kondisi ekonomi sebagian besar mengandalkan barang tambang minyak. Namun setelah diberlakukannya era otonomi daerah, Balikpapan ini menyadari bahwa diperlukan sumber pendapatan daerah di sektor lainnya untuk membuat ‘comparative advantages’ bagi keberlangsungan ekonomi kota ini.

Menurut data dari pemerintah kota Balikpapan, indeks perkembangan Pendapatan Asli Regional Daerah (PDRB) paling besar berada pada sektor sekunder yang terdiri dari Industri Pengolahan Perusahaan, Listrik dan Air Bersih, Bangunan/Konstruksi. Kemudian untuk sektor tersier yaitu Perdagangan, Restoran dan Hotel, Pengangkutan dan Komunikasi, Keuangan, Persewaan dan Jasa juga mengalami perkembangan yang luar biasa. Sedangkan untuk sektor primernya seperti pertanian dan pertambangan justru sangat lambat. Kondisi ini mencerminkan terjadinya pergeseran struktur ekonomi Balikpapan ke sektor sekunder dan tersier yang berarti bahwa kota Balikpapan sebagai kota paling maju dibandingkan daerah di Kalimantan.

No

Sektor

Indeks Perkembangan (%)

2001

2002


2003

2004

2005

2006*

1

Sektor Primer

(Sektor 1,2)

2.76

2.18


2.47

2.21

1.71

1.68

2

Sektor Sekunder

(Sektor 3,4,5)

56.87

59.10


55.09

60.94

67.25

65.58

3

Sektor Tersier

(Sektor 6,7,8,9)

40.37

38.72


42.44

36.85

31.04

32.74

Kemajuan perekonomian Balikpapan ini juga didorong oleh peraturan daerah yang mendukung aktifitas usaha dan tidak menyebabkan distorsi perekonomian. Peratuan yang menyebabkan distorsif tersebut antara lain menerapkan tarif pada lalu lintas perdagangan dalam negeri, pungutan retribusi jasa, dan lain-lain yang menyebabkan biaya ekonomi tinggi.

Pemerintah kota Balikpapanpun telah maju dalam hal melihat peran perda untuk mempengaruhi jalannya ekonomi sebelum pemerintah pusat menerbitkan PP 1/2007, melalui Perda nomor 9 tahun 2004, kota Balikpapan telah meberikan insentif keringanan fiskal daerah bagi investor yang menanamkan modalnya di kawasan industri, dan kemudahan perijinan untuk sejumlah industri komoditas unggulan. (Pambudhi, 2007) Kemajuan ekonomi yang dilandasi kebijakan pemerintah yang kondusif ini membuat Balikpapan memiliki ekonomi yang berkualitas.

Perekonomian yang berualitas tentu harus dibarengi pula dengan penduduk (SDM) yang berkualitas pula. Oleh karena itu pemerintah kota Balikpapan mencanangkan visi dan misi yang menggabungkan dua sumber daya yang sangat erat yaitu penduduk dan SDA ekonomi.

Sesuai dengan visi kota Balikpapan yaitu mewujudkan kota industri, dagang, jasa dan pariwisata dengan masyarakat madani kebijakan pemerintah diarahkan pada kesejahteraan masyarakat banyak dengan memberdayakan masyarakat pada industri, jasa dan pariwisata. Sebuah ‘grand strategy’ tentang manajemen kependudukan dilancarkan oleh pemerintah kota Balikpapan untuk tahun 2006-20011 yaitu;

  1. Pengentasan Kemiskinan
  2. Peningkatan kualitas SDM
  3. Infrastruktur dan Investasi
  4. Pariwisata dan Lingkungan hidup
  5. Pemberantasan Korupsi
  6. Kesejahteraan Keluarga

Dalam menjalankan misinya tersebut yaitu mengentaskan kemiskinan, pemerintah daerah mengalokasikan dana minimal 2.5 % dari APBD untuk program gerakan Gakin yaitu menekan jumlah penduduk miskin dan penduduk rentan agar tidak menjadi miskin. Program Gakin ini tersebar kepada beberapa sektor yaitu pendidikan, kesehatan, ketrampilan kerja dan modal usaha sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pendudk secara lebih merata.

Dari sisi pendidikan pemerintah mengalokasikan beasiswa, bantuan iuran SPP, masuk sekolah kepada semua jenjang dari SD/MI sampai ke mahasiswa. Kemudian disediakan fasilitas sistem kapitasi di puskesmas, kebidanan dasar, PMI dan free for service untuk pelayanan Rumah Sakit Rujukan. Total anggaran pengentasan kemiskinan itu terinci pada tabel berikut;






Sumber: Diolah Dari Seminar keuangan daerah, 2008

Pendidikan adalah jalan untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik. Alokasi anggaran yang dilakukan pemerintah kota Balikpapan terhadap pendidikan ini mencerminkan bahwa kepedulian terhadap kualitas SDM masyarakat menjadi lebih baik. Diharapkan dengan kualitas sumber daya yang lebih baik ini akan membuat investasi jangka panjang bagi pembangunan kota Balikpapan. Sumber daya manusia yang terampil, terlatih dan terdidik akan siap untuk membuat usaha sendiri yang juga disiapkan oleh pemerintah dengan program-program kredtnya. Selain itu, jika investor memerlukan tenaga kerja, maka masyarakat sekitar Balikpapan dapat dimanfaatkan dan tentu saja biaya investasi tenaga kerja menjadi lebih murah. Tentu saja semua ini akan membuat angka pengangguran turun dan kemiskinan dapat diminimalkan.

Kekuatan ekonomi yang luar biasa sebaiknya harus didukung oleh ketersediaan sumber daya yang berkualitas pula. Lebih jauh lagi adalah bagaimana cara mempertahankan itu yaitu dengan melakukan program-program pemberdayaan masyarakat seperti yang telah dilakukan pada program pemberantasan kemiskinan oleh pemerintah kota Balikpapan. Strategi ini layaknya ‘Quality Control’ dalam mewujudkan kemajuan Balikpapan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

0 comments

Poskan Komentar