Places to See

| 0 comments ]

Meringkuh Indahnya Investasi Bengkulu

Oleh Britany Alasen Sembiring

Lajur Mentawai dan bukit barisan berjejer indah di ketinggian tpografi yang berbukit propinsi Maluku. Propinsi yang sialri 117 sungai ini memiliki masyarakat yang sebagian besar bermatapencarian nelayan dan petani.



Sumber :

www.investasi.bengkulu-utara.go.id


Pertanian, jasa dan perdagangan menjadi kekuatan terpenting nafasnya propinsi Bengkulu. Hal ini disebabkan daerah Bengkulu yang subur dan kaya aakan endapan alluvial sungai yang cocok dijadikan lahan pertanian dan pemukiman yang asri.

Sumber : Pemerintah Daerah Bengkulu, 2007

Jika datang ke Bengkulu, secara tidak sadar kita dapat memanjakan diri dengan kondisi alam yang menarik, budaya yang unik, pendidikan yang tidak membosankan serta industri yang menguntungkan. Sebuah lahan bisnis yang lengkap jika dibangdingkan propinsi lainnya di Indonesia.

Potensi wisata di Bengkulu terdiri dari wisata alam, wisata industri, wisata budaya dan wisata pendidikan. Yang paling terkenal dari wisata di Bengkulu ini adalah wisata alam berupa pantai, flora, fauna dan cagar alam. Rententan wisata ini menjadi semenanjung eksotisme pulau Enggano yang mengesankan

Tidak hanya wisata, hasil tambang Bengkulu yang memberikan energi bisnis dan industri adalah batu bara, emas dan batu besi. Dengan begitu Bengkulu turut memberikan sumbangsih perdagangan batubara Indonesia yang sangat menguntungkan, yaitu 17 ton atau 20 persen dari perdagangan dunia sebagai pengekspor batu bara nomor satu di dunia. Harga Batu bara yang terus naik memberikan keuntungan yang hampir pasti bagi para investor jika mengembangkan bisnis perdagangan batu bara. Selain itu, peningkatan produksi batu bara di Bengkulu akan memberikan manfaat bagi Indonesia terutama masyarakat Bengkulu terutama dalam kebutuhan pembangkit listrik dan industri baja.

Perdagangan emas dan Batu besi mineralpun menjadi komoditas yang menguntungkan bagi investasi di Bengkulu karena harga komoditas ini terus naik dan produksinya semakin besar.

Perikanan Bengkulu juga menunjukkan potensi yang besar. Komoditas-komoditas seperti ikan tuna, kakap, kerapu, cumi-cumi, tongkol, tenggiri, cakalang, pelagis kecil, lobster, dan udang banyak diminati para investor dari dalam dan luar negeri. Kebutuhan domestik dapat dipenuhi serta permintaan luar negeri menjadi pemasukan yang besar melalui ekspor. Peluang investasi dari perikanan ini dapat juga berupa budidaya perikanan darat seperti tambaklele, udang dan ikan. Investasi di budidaya ini selain memberikan nilai tambah ekonomi nagi masyarakatnya, para investor juga dapat menarik keuntungan yang cukup menggiurkan dari perdagangan melalui pelabuhan strategis antara propinsi dan mancanegara..

Aktivitas perindustrian di propinsi Bengkulu ini memiliki potensi bisnis yang luar biasa dari jangka pendek maupun jangka panjang.misalnya pengembangan industri kelapa sawit. Kapasitas dan kemampuan industri di Bengkulu ini di tahun 2007 sebesar 60 ton/jam. Investasi baru dalam pengolahan CPO (Crude Palm Oil) sangat dibutuhkan sehingga kapasitas produksi minimal mencapai 120 ton/jam. Sementara itu, pengolahan karet juga menjadi andalan bagi industri pengolahan Bengkulu karena memiliki prospek ke depan lebih baik. Perkebunan karet rakyat Bengkulu tahun 2007 seluas 34.360 Ha dengan produksi 142.926 ton (pemda Bengkulu, 2008). Hal ini membuktikan bahwa produktifitas produksi karet di Bengkulu cukup bagus dan perlu pengembangan investasi yang lebih baik.

Penggunaan teknologi yang tepat guna juga dilakukan pemerintah daerah Bengkulu pada Industri pengolahan perikanan pada pengembangan fish processing industry misalnya, kualitas pikan yang dikaleng, dibekukan dan dikeringkan mengunakan pengendalian proses, sanitasi dan tahap operasionalisasi yang modern mulai dari pemilihan bahan baku ikan dan bahan pembantu, metode processing yang dipilih, dan tingkat teknologi yang digunakan.

Dari beberapa potensi yang telah diberdayakan dari propinsi Bengkulu ini, pemerintah daerah dapat dengan mudah memberikan tawaran investasi kepada masyarakat domestik, antara propinsi maupun mancanegara melalui promosi yang lebih gencar. Tentunya pemanfaatan teknologi yang tepat guna dan transfer knowledge menjadi isu yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah. Selain itu, infrastruktur dapat dibangun sesuai kebutuhan serta prosedur perizinan yang lama sebaiknya dipersingkat dan tidak terlalu mahal karena masalah ini menjadi faktor utama bagi kemudahan investasi di Indonesia.

0 comments

Poskan Komentar