Places to See

| 1 comments ]

Imbasan Pertumbuhan Batu Bara KalSel


Oleh Britany Alasen Sembiring

Batubara menjadi komoditas yang paling menjanjikan di era globalisasi ini. Dunia mengakui bahwa semakin berkembangnya waktu maka kebutuhan akan energi akan semakin besar. Apalagi jika kita melihat Negara-negara maju yang sedang gencar-gencarnya mengembangkan industrinya.


Energi seperti minyak dan gas ini bukan lagi menjadi bahan bakar industri yang serta merta diandalkan. Batubara kini menjadi barang substitusi yang diminati para investor. Peningkatan permintaan dari dalam dan luar negeri akan menguntungkan Indonesia sebagai negara penghasil Batu bara terbesar di dunia.


Salah satu propinsi yang mempunyai batubara terbesar yaitu Kalimantan Selatan. Terlihat pada gambar dibawah ini bahwa terjadi peningkatan total ekspor hasil tambang batu bara yang semakin meningkat hingga triwulan-I tahun 2008.

Subsektor penghasil Batu Bara ini memberikan pertumbuhan khusus bagi sektor pertambangan yang terus meningkat dari tahun 2005 sampai 2008. Eksplorasi mineral batu bara telah dilakukan di beberapa daerah Kalimantan Selatan Seperti Kota Baru, Tanah Laut, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Balangan, Tabalong, Hulu Sungai Tengah. Batu bara yang diproduksi itu terdiri dari jenis Electric Power Plant (steam coal), steel industry (coking coal), home energy (coal briquette) dan sebagainya. Jenis-jenis batu bara ini dimanfaatkan dalam kawasan domestik sebagai bahan bakar industry dan pembangkit tenaga listrik sedangkan batu bara yang mentahnya diekspor ke negara-negara seperti Jepang, Korea, India, Thailand, Eropa, dan Amerika.

Produktivitas Kalimantan Selatan dalam memproduksi Batu bara ini mencapai 10.6 persen dari produksi nasional pada akhir tahun 2007. Bahkan pada awal triwulanan tahun 2007 kontribusi ekonomi dari sektor pertambangan ini mencapai 9.96 persen walaupun menurun pada tahun berikutnya. Peningkatan komoditas batu bara ini sangat menguntungkan bagi para investor maupun masyarakat yang berusaha batu bara untuk hidup. Hal ini disebabkan sampai pada tahun 2008 ini harga batu bara terus meningkat hingga $70 per ton.

Potensi Batu bara sebagai komoditas yang penting dan andalan bagi propinsi Kalsel dan negara Indonesia ini semakin menarik perhatian dari kalangan manapun. Pemerintah Kalsel telah membuat pembangunan beberapa PLTU dengan bahan bakar batu bara agar lebih produktif. Pembangunan ini akan menstimulus investasi dari dalam maupun luar negeri karena kepastian keuntungan yang tercipta.

Selain itu, untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat, pemerintah daerah Kalimantan Selatan melaksanakan program penggunaan briket batu bara bagi kehidupan sehari-hari sehingga kelangkaan minyak bumi dapat dikurangi.

Berbagai kegiatan program dari sisi peningkatan supply batubara patut digencarkan dengan cara mengurangi penumpukan batu bara di Stockpile. Kegiatan Reklamasi dan Revegetasi Lahan Pasca Tambang perlu dilakukan agar penambangan tersebut tidak membuat kerusakan dari sisi lingkungan. Pembangunan yang dilakukan haruslah ramah lingkungan.

Program investasi tambang ini sangat berguna dengan melibatkan pihak asing dan masyarakat. Tentunya hal ini dapat dipenuhi dengan adanya peraturan daerah investasi yang lebih mudah, menguntungkan kedua belah pihak serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Kesejahteraan masyarakat disebabkan oleh adanya lapangan pekerjaan yang lebih baik harus diimbangi dengan lingkungan yang tetap terpelihara dengan baik.

1 comments

Anonim mengatakan... @ 23 Januari 2009 18.33

Setuju pendapat si bos ini.Boleh tahu nomernya ndak bos , atau bisa tlp/sms aku di 081227131935.
Maklum penambang newbi nih.


Salam
Fathurrahman KP-KUD

Poskan Komentar